Review Film Maleficent


Buat kamu yang suka dengan dongeng pasti sudah tidak asing lagi dengan nama Aurora, Jarum Pemintal dan Penyihir Jahat. Nah, dalam film produksi Walt Disney karya sutradara Robert Stromberg mencoba mengadaptasi tokoh yang ada dalam Dongeng Putri Tidur dengan sudut pandang yang berbeda. 

Jika dalam dongeng diceritakan bahwa Aurora dikutuk oleh penyihir jahat, di sini sang pembuat cerita mencoba menggali sosok si penyihir itu. Apa alasan dia mengutuk dan latar belakang sebelum Aurora lahir. Uniknya, jika di dongeng kita jarang mengetahui siapa nama si penyihir. Dalam film "Maleficient" malah sebaliknya. Dialah yang jadi tokoh utama dan selalu disebut-sebut namanya.

Di dalam film ini, kita akan diajak masuk mengenal sosok penyihir jahat yang selalu ditakuti oleh manusia. Lalu bagaimanakah sosok Maleficient yang telah mengutuk Aurora menjadi Putri Tidur? Yuk, simak review film Maleficent. 

Review Film Maleficent 

Awalnya, Maleficent adalah gadis yang baik hati. Dia termasuk golongan peri wanita yang memiliki sayap besar dan sangat kuat. Dirinya tinggal di sebuah tempat yang indah bernama Moors. Saat kecil, Maleficent bertemu Stefan, ia tertangkap saat mencuri dan diselamatkan oleh Maleficent.

Stefan adalah anak yatim piatu yang miskin dan rela melepaskan cincin besi yang ia miliki satu-satunya agar bisa bersahabat dengan Maleficient. Persahabatan itu berubah menjadi cinta. Dan Maleficent percaya jika ciuman Stefan adalah ciuman cinta sejatinya. 

Akan tetapi Stefan mulai jarang menemuinya lagi karena berambisi ingin menjadi raja. Suatu hari, Moors diserang oleh raja dan pasukannya tetapi Maleficent berhasil mengusir dengan sayapnya yang sangat kuat. Raja pun dendam dan mengatakan akan memberikan tahtanya kepada siapa saja yang berhasil membunuh Maleficent. 

Stefan yang berniat menjadi raja segera melakukan misinya, namun ia tidak merasa tega membunuh Maleficent. Ia hanya memotong sayap Maleficent setelah ia memberinya obat tidur. Stefan membawa sayap ke istana dan menjadi raja. 

Maleficent yang sadar bahwa Stefan telah mengkhianatinya pun merasa sakit hati dan menyimpan dendam kepadanya. Suatu hari ia menyelamatkan seekor burung gagak bernama Diaval yang hampir dibunuh. Diaval pun menjadi pengikut yang setia bagi Maleficent. Ia merasa berhutang nyawa padanya. 

Suatu hari, Diaval memberikan kabar jika Stefan telah menjadi raja dan menikah. Mereka dikaruniai seorang bayi perempuan bernama Aurora. Di acara pesta dan pembabtisan, raja mengundang para peri dan rakkyatnya namun Maleficent tidak diundang. 

Ketika Maleficent mendengar kabar itu, ia pun menjadi sangat marah dan datang ke acara itu sekaligus memberi kutukan kepada Putri Aurora. 

Di usia ke-16, Aurora akan tertusuk jarum pemintal dan tidur seperti orang mati. Dalam kutukan itu, Maleficent menyebut bahwa hanya ciuman cinta sejati yang akan membangunkan tidur panjang Aurora. 

Raja Stefan pun menjadi sangat takut jika kutukan tersebut benar-benar menimpa putrinya, sehingga ia memerintahkan untuk mengumpulkan semua jarum pemintal dan membakarnya di ruang bawah tanah. Sementara Aurora dipindahkan  ke sebuah gubuk terpencil dan dijaga oleh tiga peri.

Aurora bertumbuh menjadi gadis yang cantik dan pada umur 15 tahun, ia bertemu dengan Maleficent secara langsung. Ia langsung tahu bahwa sebenarnya sosok yang selama ini selalu menolong adalah Maleficent dan percaya jika ia adalah Ibu Peri Pelindung-nya. 

Maleficent pun diam-diam mulai menyukai dan menyayangi Aurora. Ia juga menyesal telah mengutuk Aurora saat masih bayi. Kenyataan itu kemudian diketahui oleh Aurora dan membuatnya ingin kembali bersama dengan ayahnya menjelang ulang tahunnya yang ke-16.

Sang ayah, Raja Stefan mengurung Aurora di sebuah menara karena takut kutukan dulu benar-benar terjadi. Tapi siapa sangka justru kutukan itu malah terjadi saat Aurora seperti terhipnotis dan berjalan menuju lantai bawah. Aurora pun tertidur setelah tangannya menyentuh jarum pemintal.

Maleficent sangat sedih melihat bahwa ia gagal melindungi Aurora dari kutukannya sendiri dan membawa Phillips ke istana dengan tujuan mencari ciuman cinta sejati untuk membangunkan sang putri. Tapi ciuman itu gagal. 

Hati Maleficent sangat hancur menyadari bahwa dirinya selama ini ternyata menyayangi Aurora dan mencium keningnya. Siapa sangka setelah mendapat ciuman itu, justru Aurora terbangun dari tidurnya. Ternyata ciuman cinta sejati berasal dari Maleficent. 

Aurora pun ingin ikut tinggal bersama Maleficent namun ayahnya, Raja Stefan menyerang Maleficent. Aurora yang ketakutan lalu berlari dan menemukan sayap yang disimpan di ruangan ayahnya. Aurora melepaskan sayap itu dan Maleficent kembali mendapatkan kekuatannya. Raja Stefan pun kalah. 

Maleficent membawanya ke menara istana namun karena hatinya sudah baik, ia tidak berniat membunuh Raja Stefan. Ia pun hendak berdamai namun justru hal itu dimanfaatkan oleh Stefan untuk membunuh Maleficent, tapi sayangnya malah Stefan sendiri yang jatuh dari menara. 

Aurora akhirnya diangkat menjadi Ratu Moors dan tetap tinggal bersama Maleficent dan para peri. 

Kesan Setelah Menonton Film Maleficent

Aku suka banget dengan pengambilan sudut pandang dari sisi penyihir, jika selama ini kita membaca dongeng pasti diarahkan untuk berpikir kalo penyihir yang mengutuk Aurora itu pasti jahat. Nah, di sini kita diajak jadi temannya Maleficent. Ada sebab-akibat di sini. Siapa yang menyebabkan orang jadi marah dan sakit hati. 

Kita pun diajak berpikir, seseorang yang tadinya baik hati bisa berubah menjadi jahat karena disakiti. Haus akan kekuasaan juga dapat membuat orang menjadi gelap mata dan rela melakukan apa saja termasuk mengkhianati cintanya. 

Kasih seseorang yang tulus juga bisa melembutkan hati yang keras. Terbukti jika Maleficent masih memiliki hati yang baik dengan melindungi Aurora dan kasih Aurora melembutkan kekerasan di hati Maleficent. 

Aku suka kisah yang jatuhnya happy ending seperti ini. Sayang, sih sebenarnya jika di akhir cerita Raja Stefan justru meninggal. Coba kalo enggak, mereka bisa hidup bahagia selamanya kan? Itu pun jika ayahnya Aurora bertobat. 

Pemeran: 

Angelina Jolie : Maleficent
Elle Fanning    : Aurora
Sharito Copley : Raja Stefan
Sam Riley : Diaval
Brento Thwaites: Pangeran Phillips
Imelda Staunton : Peri penjaga Aurora 1
Juno Temple : Peri penjaga Aurora 2
Lesley Manville : Peri penjaga Aurora 3 

Sutradara: Robert Stromberg 
Produser: Joe Roth
Skenario: Linda Woolverton
Narator: Janet Mc Teer
Musik: James Newton Howard
Sinematografi: Dean Semler
Produksi: Walt Disney Pictures Roth Films
Distributor: Walt Disney Studios Motion Pictures








5 Komentar

  1. Waduuuuh nyesel aku ga nonton film ini, ternyata baguuuus hahahahah. Aku mikirnya si penyihir bakal ttp jahat mba. Ternyataaaa dulu itu ada cerita kenapa dia jd begitu yaaaa.

    Ntr aku mau cari filmnya ah :D.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Baguuuss mbak filmnya, hehe. Kayaknya masih bisa ditonton di aplikasi atau di tv. Aku lihat di stasiun tv apa gitu...lupa hehe

      Hapus
  2. Iya bagus nih filmnya, sebenarnyaa penyihir itu nggak jahat kok dia baik banget malah walaupun tampangnya yang agak sedikit menakutkan
    Terima kasih artikelnya :D

    BalasHapus
  3. Pasti seru ya mba. Saya aja baca reviewnya menikmati banget. Jadi penasaran pengen liat filmnya.

    BalasHapus
  4. kalo pemerannya Jolie, pasti auto nonton :D

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Mohon maaf komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam dan link hidup.