Review Maleficent 2

Setelah sukses membintangi film Maleficent tahun 2014, Angelina Jolie kembali berakting di film Maleficient: Mistress of Evil. Menurutku, dua-duanya bagus dan nggak membosankan untuk ditonton ulang. 

Jika Maleficent yang pertama fokus pada kisah pribadi peri penunggu hutan yang pernah aku ulas di Maleficent, Kutukan dan Ciuman Cinta Sejati maka di film yang tayang tahun 2019 di bulan Oktober berkisah konflik antara Aurora dengan ibu tirinya. 

Review Maleficent: Mistress of Evil 

Pemain: 

Maleficent: Angelina Jolie 

Putri Aurora: Elle Fanning

Pangeran Phillip: Harris Dickinson

Raja John: Robert Lindsay 

Ratu Ingrith: Michelle Pfeiffer 

Sutradara: Joachim Ronning 

Producer: Joe Roth, Angelina Jolie, Duncan Henderson

Penulis Skenario: Linda Woolverton

Produksi: Walt Disney Pictures


Awal Konflik Putri Aurora dan Maleficent

Putri Aurora dikisahkan hidup di tengah hutan bersama para peri. Ia dilamar oleh kekasihnya Pangeran Phillip dan berencana menikah. Keraguan mulai merasuki hati Maleficent tatkala keluarga kerajaan mengundang mereka untuk makan malam di istana. 

Awalnya Maleficent tidak menyetujui pernikahan tersebut karena tidak percaya akan cinta sejati. Tapi Putri Aurora terus mendesak ibu angkatnya agar mau memenuhi keinginannya.

Maleficent pun melakukan persiapan termasuk menutupi tanduknya dengan kain. Ia sangat mencintai putri angkatnya sehingga tak mau jika rencana pernikahan itu batal. Mereka pun datang dan disambut baik oleh kedua orangtua Pangeran Phillip, Raja John dan Ratu Ingrith. 

Namun semua berubah ketika calon Mertua, Ratu Ingrith justru memancing kemarahan Maleficent dengan meminta putrinya tinggal di istana. Ia juga mempunyai rencana jahat untuk menyingkirkan Maleficent dan menguasai Moors (negeri para peri).

Suasana makin kacau ketika Raja John tiba-tiba pingsan. Ratu Ingrith pun menuduh Maleficent yang mengutuk suaminya. 

Maleficent mengajak putrinya pulang, namun menolak karena percaya jika Maleficent benar-benar mengutuk calon ayah mertuanya. 

Saat Maleficent berencana kembali ke rumah, ia ditembak dengan peluru besi. Beruntung ia diselamatkan oleh pasukan peri hitam (Dark Fey), sejenis peri yang seperti dirinya. 

Ternyata Maleficent selama ini tak sendirian. Masih ada peri-peri sejenis dirinya yang bersembunyi di bawah tanah karena menghindari kejahatan manusia. Mereka tengah berencana melakukan penyerangan terhadap kerajaan manusia yaitu Kerajaan Ulstead atau milik keluarga Pangeran Phillip. 

Rencana Jahat Terselubung Ratu Ingrith 

Pernikahan telah semakin dekat. Para peri bersiap untuk datang ke istana. Tak disangka acara pernikahan justru dimanfaatkan Ratu Ingrith untuk memusnahkan bangsa peri. 

Ribuan peri terjebak dalam sebuah bangunan megah dan berada dalam bahaya. Melalui organ yang dimainkan bubuk merah disebarkan ke dalam ruangan dan mengubah para peri menjadi tanaman. 

Dark Fey menyerang istana tapi pasukan Ratu Ingrith membantai mereka dengan peluru besi dan bubuk merah yang sudah disiapkan. Maleficent akhirnya turun dalam pertempuran dan hampir membunuh Ratu Ingrith. 

Putri Aurora mencegah pembunuhan itu terjadi dan Maleficent berhasil diluluhkan hatinya. Saat mereka lengah, Ratu Ingrith justru melepaskan panahnya hendak membunuh Aurora. Tapi Maleficent menyelamatkannya dan mati berubah jadi abu. Aurora marah dan menangis melihat kejahatan Ratu Ingrith. 

Tangisan Aurora membuat Maleficent bangkit kembali menjadi wujud baru. Phillip membuat pasukan istana mundur dan menciptakan kedamaian antara peri dan manusia. 

Sementara Ratu Ingrid yang melarikan diri ditangkap oleh Dark Fey. Oleh Maleficent ia diubah menjadi seekor kambing. 

Pangeran Phillip dan Aurora pun menikah. Pernikahan mereka menjadi lambang perdamaian antara bangsa manusia dengan bangsa peri. Maleficent kembali ke kerajaan Moors bersama para Dark Fey. 

Keseruan Film Maleficent: Mistress of Evil

Dibanding dengan film yang pertama, aku lebih suka dengan karakter Maleficent yang dibikin berubah-ubah. Baik, jahat, baik jahat lagi. Pertemuan dengan bangsa peri hitam memberi kejutan buat penonton. Pertemuan mereka membuat karakter Maleficent menjadi lebih rumit. 

Sementara aku tidak melihat bagaimana Putri Aurora bisa menjadi seorang putri yang bijaksana. Ia begitu mudah dipengaruhi oleh orang lain. Pangeran Phillip juga sama saja, haha. 

Ya, udahlah kan yang jadi pemeran utama adalah Maleficent. 

Dari segi gambar aku suka banget melihat dunia peri yang berwarna. Dan adegan ketika para peri berubah jadi bunga itu ngenes sekaligus indah, wkwk. 

Dari film Maleficent yang kedua ini kita bisa mengambil kesimpulan bahwa jangan pernah melihat orang dari penampilannya saja. Karena yang kelihatannya baik dan bermulut manis seperti Ratu Ingrith itu bisa jadi ternyata hatinya jahat. 

Sekian review singkatku kali ini. Terima kasih sudah membaca :)) 


5 Komentar

  1. Baca review dari awal paragraf aku langsung suka sama filmnya. Jadi ingin langsung lihat filmnya. Apalagi sekarang lagi hujan, sepertinya di rumah sambil nonton film ini suasananya makin asyik

    BalasHapus
  2. Karakter Malificent yang seperti bunglon, berubah ubah tidak konsisten mungkin saja ada dunia nyata dan sudah tentu orang kayak gini ga bisa dipercaya hehe.. Thx review nya

    BalasHapus
  3. Acting angelina jolie memang top akuu sukaa, jadi mupeng pengen lihat filmnyaa

    BalasHapus
  4. Dulu aku nonton film Maleficent yang pertama dan aku suka banget! Tapi film yang ini belum nonton, jadi keinget film pertamanya, bolehlah masukin ke list film yg mau ditonton~

    BalasHapus
  5. Ya ampun mba baru ngeh ini blognya mba yustrini. Kalau film seperti ini favorit suamiku banget nih. Betul banget nih paragraf terakhir jangan lihat seseorang dr luarnya saja

    BalasHapus

Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini. Mohon maaf komentar yang masuk akan dimoderasi terlebih dahulu untuk menghindari komentar spam dan link hidup.